![]() |
| Ketua PKK Desa Wajo Riaja, Darmawati |
WAJO – Ketua PKK Desa Wajo Riaja, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Darmawati, bersama sejumlah warga memberikan klarifikasi terkait polemik lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang belakangan viral di media sosial karena disebut berdiri di atas lahan perkuburan.
Darmawati menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan KDKMP merupakan aset milik Pemerintah Desa Wajo Riaja. Menurutnya, pemerintah desa tidak memiliki pilihan lain karena tidak tersedia lagi aset tanah desa yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
"Selain lokasi itu memang tidak ada lagi tanah milik pemerintah desa," ujar Darmawati saat ditemui di Kantor Desa Wajo Riaja, Jumat (24/7/2026).
BACA JUGA :
DLH dan PUPR Wajo Kolaborasi Canangkan Penerapan Biopori, Dimulai dari Fasilitas Pemerintah
Ia mengakui bahwa lahan tersebut sebelumnya memang diperuntukkan sebagai kawasan pemakaman. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi lahan saat ini kosong, beberapa makam tepat berada dibelakang bangunan.
Darmawati juga membantah adanya penolakan dari masyarakat Desa Wajo Riaja terhadap pembangunan KDKMP. Menurutnya, situasi di desa tetap kondusif dan masyarakat mendukung kehadiran koperasi sebagai upaya meningkatkan perekonomian desa.
"Tidak ada suara sumbang dari warga Wajo Riaja. Bisa jadi justru orang luar yang membuat kegaduhan. Di desa kami tetap kondusif," tegasnya.
BACA JUGA :
Deretan Kontroversi Ketua DPRD Bone: Dari Polemik PAD hingga Laporan Dugaan Penganiayaan Staf
Secara terpisah, salah seorang warga Desa Wajo Riaja mengaku mendukung pembangunan KDKMP. Ia berharap koperasi tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memang mengetahui bahwa lokasi tersebut dahulu pernah diperuntukkan sebagai area pemakaman. Namun, ia meyakini pemerintah desa telah memiliki pertimbangan yang matang sebelum menetapkan lokasi pembangunan.
"Kami berharap keberadaan koperasi desa ini bisa mendorong ekonomi masyarakat sehingga kualitas hidup warga juga meningkat. Memang lokasi itu dulu diketahui sebagai lokasi penguburan, tetapi pemerintah desa tentu memiliki dasar yang kuat sehingga ditempatkan di sana," ujarnya.
BACA JUGA :
PSI Wajo Bentuk Kepengurusan DPRt di Lapongkoda, Perkuat Struktur Partai hingga Tingkat Kelurahan
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
"Masih luas sebenarnya lokasi kuburan, jadi tidak perlu dibesar-besarkan. Jangan terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tutupnya.
