DLH dan PUPR Wajo Kolaborasi Canangkan Penerapan Biopori, Dimulai dari Fasilitas Pemerintah

Kadis DLH, Andi Fakhrul Rijal (kemeja putih), Kadis PUPR ( batik biru) 

WAJO – Kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Wajo dalam mendorong penerapan lubang resapan biopori sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. 

Program tersebut dinilai sebagai langkah positif karena tidak hanya bertujuan mengurangi sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga berpotensi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan.

BACA JUGA : 

Pemkab Wajo Bakal Kerjakan 16 Titik Infrastruktur pada 2026, Berikut Daftar Lokasinya !

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal, mengatakan penerapan biopori merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan peningkatan timbulan sampah, khususnya sampah organik yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Program tersebut akan mulai diterapkan di sejumlah fasilitas milik pemerintah sebagai tahap awal sebelum diperluas ke lingkungan masyarakat.

"Dalam waktu dekat akan kami terapkan di kantor DLH Wajo. Kami sudah canangkan juga di Rumah Jabatan Bupati, Rumah Jabatan Wakil Bupati, Kantor Bupati, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu," ujar Andi Fakhrul Rijal.

BACA JUGA : 

Deretan Kontroversi Ketua DPRD Bone: Dari Polemik PAD hingga Laporan Dugaan Penganiayaan Staf

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Ibnu Hasyim mengatakan bahwa pihaknya mendukung program pengolahan sampah berbasis biopri yang diinisiasi DLH Wajo.

"Kemarin dinas PUPRP diundang melakukan pertemuan dng dinas LH terkait kolaborasi program pengelolaan sampah berbasis biopori," katanya, ucapnya, Kamis, (23/07/26).

"Kami sangat mengapresiasi program tersebut dan kami mendukung dalam upaya memberikan edukasi dan motivasi ke masayarakat wajo untuk kita laksanakan secara bersama-sama. Kami akan terapkan dilingkungan kantor sendiiri sehingga program biopori yang dihasilkan akan kita manfaatkan sebagaimana penggunaannya," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

Iklan

GARDAMEDIA.Online

Iklan Premium

GARDAMEDIA.Online