gardamedia.online

Jalur Kereta Api Sulawesi Bakal Jangkau Wilayah Palanro - Barru, Tiga Destinasi Wisata di Prediksi Raup Keuntungan

Jalur Kereta Api Sulawesi (Sulawesi Selatan) 


GARDAMEDIA || BARRU - Rencana uji coba operasional jalur Kereta Api Sulawesi yang menjangkau wilayah Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menuai respons positif dari berbagai kalangan. Langkah maju ini disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas.

Kehadiran transportasi massal modern ini diyakini tidak sekadar menjadi solusi mobilitas, melainkan juga motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan roda ekonomi di sepanjang wilayah yang dilintasi.

Pemerhati pariwisata asal Barru, Ilham Iskandar, mengungkapkan bahwa perluasan rute kereta api hingga ke Palanro ini akan membawa dampak instan yang signifikan bagi sektor hiburan dan pelesiran di Kabupaten Barru.

“Kemudahan aksesibilitas adalah kunci utama. Dengan adanya alternatif transportasi yang nyaman, aman, dan efisien, wisatawan dari luar daerah tentu akan jauh lebih tertarik untuk berkunjung ke Barru,” ujar Ilham

Menurut Ilham, setidaknya ada tiga destinasi wisata unggulan yang posisinya sangat strategis dan siap memetik keuntungan langsung dari beroperasinya jalur kereta ini.

Ketiga tempat wisata tersebut tersebar di tiga kecamatan berbeda yang berada di koridor perlintasan kereta, yakni :

Diana Waterpark yang berlokasi di Kecamatan Balusu, sebuah destinasi favorit bagi keluarga,

Pantai Lasonrai di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, yang terkenal dengan pesona pasir putihnya yang memikat, 

Pulau Dutungan yang berada di wilayah Kecamatan Mallusetasi.

Meskipun ketiga destinasi populer tersebut dikelola oleh sektor swasta, Ilham menekankan pentingnya sinergi agar keberadaan mereka mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Kabupaten Barru.

Lebih dari itu, dampaknya harus menyentuh lapisan ekonomi masyarakat paling bawah.

“Pariwisata yang maju selalu membawa multiplier effect atau efek berganda. Lapangan kerja baru akan terbuka bagi pemuda setempat, dan peluang usaha mikro seperti warung kuliner serta kerajinan tangan pasti akan ikut bergeliat,” katanya

Tidak hanya sektor swasta, potensi besar juga dinilai ada pada destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), seperti yang ada di Desa Nepo dan Desa Paccekke. Hanya saja, tempat-tempat ini dinilai masih memerlukan sentuhan strategi promosi yang lebih agresif dan kekinian agar bisa bersaing memikat hati para pelancong.

Menyongsong momentum emas ini, Ilham mengingatkan para pengelola tempat wisata untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah proaktif. Salah satu strategi krusial yang harus disiapkan adalah membangun kolaborasi dengan penyedia jasa transportasi lokal, seperti ojek pangkalan, ojek online, maupun angkutan umum setempat. Konektivitas dari stasiun kereta menuju titik lokasi wisata harus dipastikan berjalan mulus.

Jika ekosistem transportasi dan pariwisata ini dapat terintegrasi dengan baik, maka jargon promosi dari Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, yakni Ayo Singgah di Barru, tidak akan sekadar menjadi slogan belaka. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan hingga kelompok sadar wisata, dituntut untuk bergerak lebih adaptif dan responsif dalam menangkap peluang emas ini.

Pada akhirnya, perluasan operasional jalur Kereta Api Sulawesi hingga Palanro ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah baru bagi transportasi publik di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi batu pijakan utama dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan kesejahteraan masyarakat Barru secara berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama