GARDAMEDIA || WAJO - Transaksi pembayaran pinjaman siluman mulai meresahkan warga kelurahan Atakkae, kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut diungkapkan SP (53) salah satu korban tagihan dengan metode pembayaran. Ia menjelaskan bahwa awalnya curiga saldo akun Dana miliknya terpotong otomatis, kemudian memeriksa mutasi rekening dan menemukan adanya transaksi yang tidak wajar.
"Sudah dua bulan saldo dana saya terpotong otomatis. saya dibebankan bayar angsuran kredit pada mitra toko atau merchant dari Yesss Credit padahal saya tidak pernah ajukan pinjaman," ucapnya, kepada gardamedia, Jum'at, (15/05/26).
Lebih lanjut SP mengatakan, berdasarkan pengecekan history laporan tagihan, pembayaran angsuran pinjaman masuk pada kios campuran yang berdomisili di kelurahan Atakkae.
"Transaksinya masuk di Kios tersebut, pertamanya tanggal 7 Mei 2026, Pukul 12.Wita ada dua transaksi yakni, Rp. 81.847 dan 16.569 kemudian pada 14 Mei 2026, Pukul 10.07 juga ada dua transaksi, Rp. 81.199 dan Rp. 16.241," katanya
Tak ingin gegabah, SP kemudian mendatangi Kios tersebut untuk klarifikasi namun pemilik Kios mengelak dan mengaku tidak mengetahui perihal transaksi yang dimaksud.
Merasa dirugikan dan dijadikan korban pinjaman, ia akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum guna mengungkap tabir di balik transaksi gelap tersebut.
"Hal semacam ini perlu diatensi serius, saya akan laporkan ke pihak berwajib," tutupnya


