gardamedia.online

Kunjungi Proyek Seismik 3D Tosora, Peneliti Kegempaan Unhas Tegaskan Seismik Tidak Berkaitan dengan Likuifaksi


GARDAMEDIA || WAJO - Isu yang beredar di masyarakat terkait kegiatan Seismik 3D Tosora yang dikaitkan dengan potensi likuifaksi mendapat tanggapan dari Peneliti Kegempaan dan Geofisika Universitas Hasanuddin, Dr. M Taufiq Rafie, S.Si., M.T.

Dalam kunjungannya ke Desa Lagosi, Dr. Taufiq mendampingi mahasiswa Geofisika Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada kegiatan lapangan di proyek Seismik 3D Tosora yang dikelola oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.

Pada kesempatan tersebut, ia meluruskan sejumlah informasi keliru yang berkembang di kalangan tertentu mengenai dugaan terjadinya likuifaksi akibat kegiatan seismik.

Di lokasi parameter test di Desa Lagosi, dosen pendamping sekaligus peneliti kegempaan UNHAS ini menjelaskan secara ilmiah perbedaan mendasar antara getaran seismik eksplorasi dan guncangan gempa bumi.

Menurutnya, likuifaksi merupakan fenomena geologi yang umumnya dapat terjadi akibat gempa bumi kuat, dengan durasi guncangan relatif lama dan berulang, serta pada kondisi tanah tertentu yang jenuh air.

“Getaran yang digunakan dalam kegiatan seismik eksplorasi bersifat sangat terukur, terkontrol, dan berlangsung sesaat. Secara mekanisme geoteknik dan kegempaan, kondisi tersebut tidak memenuhi syarat yang diperlukan untuk memicu likuifaksi,” jelas Dr. Taufiq.


Penjelasan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar di Masyarakat dan kalangan tertentu yang mengaitkan kegiatan seismik dengan potensi bencana geologi.

Ia menambahkan bahwa sumber getaran dan peralatan seismik dirancang dengan standar keselamatan yang ketat, dengan tingkat energi yang berada jauh di bawah ambang yang dapat memengaruhi stabilitas tanah maupun struktur bawah permukaan. Oleh karena itu, pengaitan kegiatan seismik eksplorasi dengan potensi bencana likuifaksi dinilai tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Selain sebagai klarifikasi atas informasi yang berkembang di masyarakat, kegiatan lapangan ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi kebumian bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, khususnya terkait praktik eksplorasi migas yang aman dan bertanggung jawab.

Mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai tahapan akuisisi data seismik, proses perekaman data, pengendalian mutu (quality control/QC), serta keterkaitannya dengan kegiatan pemboran dan logging.

Sebanyak 40 mahasiswa Geofisika UNHAS yang tergabung dalam Society of Petroleum Engineers (SPE) mengikuti kegiatan SPE Field Trip “3D Reflection Seismic Survey at Energy Equity Epic Sengkang” yang dilaksanakan pada 27–28 Januari 2026.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung proses akuisisi data seismik 3D serta memahami karakteristik getaran yang digunakan dalam eksplorasi migas.

Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing Sabrianto Aswad, S.Si., M.T., Syamsuddin, S.Si., M.T., dan Dr. M Taufiq Rafie, S.Si., M.T., serta diterima oleh Operation Geophysic Energy Equity Epic Sengkang, Hasbullah, di Basecamp PT GSI.

Hasbullah menyampaikan bahwa keterbukaan informasi dan edukasi publik merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan seismik untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Sementara itu, dosen pendamping Sabrianto Aswad menilai kunjungan lapangan ini tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga berperan sebagai sarana penyampaian informasi yang benar kepada publik.

“Mahasiswa dapat melihat langsung bahwa kegiatan seismik dilakukan secara aman, terukur, dan tidak menimbulkan risiko bencana seperti yang dikhawatirkan,” ujarnya.
 

أحدث أقدم