GARDAMEDIA || WAJO - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Wajo melumpuhkan kepercayaan rakyat. Rencana sidak pada proyek kontruksi penataan taman rumah jabatan bupati (Rujab) disinyalir hanyalah trik klasik untuk menenangkan publik.
Sidak yang dijadwalkan pekan lalu tak kunjung terealisasi. Hal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan bahkan adanya pembiaran brutal.
"Ini jelas ada pembiaran, minggu lalu informasinya mau sidak tapi hingga saat ini tidak dilaksanakan," ucap IA kepada Garda Media. Senin, (24/11/25).
Akibat tidak turunnya sidak, kepercayaan publik terhadap fungsi pengawasan DPRD Wajo terkuras serta adanya dugaan miring tak terhindarkan.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki, kembali mengaku akan turun pada selasa esok.
" Insya Allah selesaipi besok RDP," tulisnya singkat
Senada, Anggota Komisi III Taqwa Gaffar mengaku akan sidak untuk menindak lanjuti apirasi yang masuk di DPRD.
"Menunggu hasil aspirasi PHi hari ini untuk di tindak lanjuti," katanya
Diketahui, Pelita Hukum Indonesia (PHI) turut mengaspirasikan kejanggalan pada proyek penataan taman rumah jabatan bupati Wajo. Aspirasi itu berlangsung pada hari Senin 24 November 2025.
Diberitakan sebelumnya, komisi III DPRD kabupaten Wajo dalam waktu dekat akan melakukan sidak pada proyek kontruksi pengerjaan penataan taman rujab bupati Wajo. Senin, (17/11/25).
