![]() |
| Foto : Andi Muawiyah Ramli, Anggota DPR RI Fraksi PKB |
GARDA MEDIA || JAKARTA - Perjuangan anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly dalam dunia pendidikan terus mendapat apresiasi. Lantaran Kementerian Pendidikan kembali mempercayakan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada dirinya.
Andi Muawiyah Ramly, atau yang akrab disapa Amure, merupakan legislator asal Sulawesi Selatan. Ia dipercayakan duduk di Komisi X DPR RI, Amure kini menjalani masa pengabdian pada periode keduanya untuk mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II yang meliputi delapan kabupaten dan satu kota. Diantaranya, Kabupaten Bone, Wajo, Barru, Soppeng, Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkep, serta Kota Parepare
Pada tahun anggaran 2025, Amure kembali menyalurkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp20.785.350.000 untuk ribuan pelajar di Dapil Sulsel II.
Program ini merupakan bentuk aspirasi anggota DPR RI yang dikoordinasikan dengan dua Kementerian Pendidikan. Yakni, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
“Penyaluran beasiswa aspirasi PIP ini sudah saya lakukan selama lima tahun. Tahun ini masuk tahun keenam saya di Komisi X. Alhamdulillah, pemerintah kembali mempercayakan program ini kepada kami,” ujar Amure kepada Media, Jumat (18/7/2025).
Sedangkan Haji Sumardi Arifin atau akrab disapa Passongko Tanre yang sekaligus adalah Ketua PKB Wajo, mengatakan program ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada keluarga-keluarga kurang mampu.
" Hal ini agar anak-anak mereka tidak terhalang dalam mengakses pendidikan dan ini berkat perjuangan Amure untuk daerah Dapilnya di Sulsel termasuk untuk Kabupaten Wajo," ucapnya
Karena itu, Andi Muawiyah atau Amure menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal anggaran pendidikan agar tidak terkena pemangkasan dalam penyesuaian APBN 2025.
" Dalam konteks penyesuaian Anggaran APBN Tahun Anggaran 2025, kami meminta agar kedua kementerian terkait tidak mengurangi alokasi beasiswa bagi siswa dan mahasiswa," kata Amure.
Sebab, lanjutnya, afirmasi pendidikan ini masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita yang masih sulit.
Ia berharap, jangan sampai anak-anak kita putus sekolah hanya karena tidak mampu beli perlengkapan atau bayar iuran.
Setiap tahun, Amure mengawal penyaluran beasiswa untuk sekitar 30 ribu hingga 40 ribu siswa.Bahkan Tahun 2024, jumlah penerima beasiswa yang ia perjuangkan mencapai sekitar 55 ribu orang.
Besaran beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 untuk siswa SMP, dan Rp1.800.000 untuk siswa SMA atau SMK.
Namun, untuk siswa yang berada di kelas akhir pada saat pengusulan, bantuan yang diberikan hanya separuh dari nilai penuh. Hal ini dikarenakan masa belajar yang tersisa tinggal beberapa bulan.
Siswa SD kelas VI saat diusulkan hanya menerima Rp225.000. Begitu juga SMP kelas IX dan SMA/SMK kelas XII hanya menerima setengah dari total bantuan. Yaitu masing-masing Rp375.000 dan Rp900.000.
Amure juga menyampaikan kabar baik bahwa pada tahun 2026 mendatang, pemerintah akan mulai menyalurkan beasiswa untuk peserta didik PAUD.
Hal ini merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan Wajib Belajar 13 Tahun.
“PAUD akan mulai menerima beasiswa pada tahun 2026. Besarannya belum ditentukan, tapi sudah diketok palunya. Ini adalah langkah maju dalam pemerataan akses pendidikan sejak usia dini," ujarnya.
Lebih dari itu, Amure menegaskan bahwa perjuangannya dalam dunia pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab moral kepada masa depan generasi bangsa.
" Saya hanya menjalankan amanah rakyat. Selama dipercaya di DPR, saya akan terus hadir lewat program nyata seperti ini. Pendidikan adalah jalan utama untuk mengangkat harkat dan derajat keluarga dari kemiskinan," pungkasnya.
Serapan Aspirasi Beasiswa PIP Amure di Dapil Sulsel II TA 2025.
Pada Tahun Anggaran 2025, Amure berhasil mengawal penyaluran beasiswa aspirasi PIP kepada lebih dari 33 ribu siswa di Dapil Sulsel II.
Adapun rincian serapan penerima beasiswa per kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
• Kabupaten Bone menjadi wilayah penerima tertinggi dengan 10.000 siswa dan total anggaran Rp. 5.793.150.000.
• Kabupaten Bulukumba menyusul dengan 8.000 siswa dan nilai bantuan sebesar Rp. 5.562.375.000.
• Kabupaten Maros mencatat 5.000 siswa penerima, senilai Rp. 3.528.675.000.
• Kabupaten Wajo menerima alokasi untuk 4.700 siswa dengan total bantuan Rp. 2.879.625.000.
• Kota Parepare mendapat alokasi untuk 1.471 siswa dengan nilai Rp. 815.400.000.
• Kabupaten Sinjai sebanyak 2.100 siswa menerima beasiswa dengan total Rp. 1.110.750.000.
• Kabupaten Pangkep mencatat 1.000 siswa penerima, dengan bantuan sebesar Rp. 631.425.000.
• Kabupaten Barru mendapatkan alokasi untuk 900 siswa dengan total bantuan Rp. 463.950.000.
Rincian tersebut mencakup afirmasi beasiswa dari jenjang pendidikan dasar (SD), menengah (SMP), hingga atas (SMA/SMK), dan tersebar pada ratusan sekolah di seluruh kecamatan di masing-masing daerah.
