gardamedia.online

IMMawati PC IMM Polman Gelar Aksi. Minta Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Polman

Foto : Sejumlah pengurus IMMawati menggelar aksi unjuk rasa di depan Masjid Agung Syuhada Polewali

GARDAMEDIA || POLMAN - IMMawati Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Polewali Mandar (Polman) menggelar aksi demonstrasi di depan Masjid Agung Syuhada, Polewali dan depan Polres Polman berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.45 WITA, dengan tema "Usut tuntas kasus pemerkosaan, berikan keadilan", Senin (28/07/25).

Aksi ini digelar sebagai respons tegas terhadap maraknya kasus kekerasan seksual di Polewali Mandar, khususnya pemerkosaan yang kini menjadi momok yang menghantui perempuan dan anak di daerah tersebut.

Ketua Bidang IMMawati PC IMM Polewali Mandar periode 2025–2026, Aisyah, dalam orasinya menyampaikan keprihatinan mendalam atas lemahnya perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual.

Ia menyoroti salah satu kasus pemerkosaan yang terjadi baru-baru ini, yang dilakukan oleh delapan orang pelaku di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Campalagian dan wilayah Polewali.

“Kita tidak bisa lagi diam. Kekerasan seksual adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Negara harus hadir melalui aparat penegak hukum yang berani, adil, dan berpihak kepada korban,” tegas Aisyah.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan seruan keadilan dan poster dengan kutipan-kutipan perjuangan serta perlindungan hak perempuan dan anak.

Mereka juga menyampaikan tuntutan langsung kepada pihak kepolisian agar tidak hanya memproses kasus ini secara tuntas, tetapi juga melakukan evaluasi sistemik terhadap penanganan kasus kekerasan seksual yang selama ini dianggap lamban dan tidak berpihak pada korban.

Beberapa poin tuntutan yang disuarakan IMMawati PC IMM Polman dalam aksi ini antara lain:

1. Aparat kepolisian diminta untuk bertindak cepat, tegas, dan tanpa celah terhadap para pelaku kejahatan.

2. Perlindungan terhadap korban: IMM mendesak agar lembaga perlindungan negara, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya menjamin kesehatan fisik dan mental para korban.

3. Tangkap dan adili semua pelaku pemerkosaan dan kekerasan seksual, serta berikan hukuman maksimal tanpa potongan hukuman.

IMMawati PC IMM Polman menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti pada aksi ini. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum, mendampingi korban, dan mendesak lahirnya regulasi dan kebijakan daerah yang berpihak pada keadilan bagi perempuan dan anak.

“Ini bukan hanya perjuangan perempuan, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Kami tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan,” tegas Aisyah di akhir orasi.

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai, diiringi pengawalan dari aparat kepolisian. Para peserta aksi membubarkan diri setelah melakukan doa bersama dan membacakan pernyataan sikap sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban kekerasan seksual di Polewali Mandar.

Lebih baru Lebih lama